Tuesday, September 6, 2011

From Europe, to Sumatera with Love... (chapter 4...)

     "Mama cuma ingin kamu ke Prancis. Gak susah kan ?" tanya Mama Alvin kepada putra sulungnya. Sementara yang ditanya, hanya terdiam sambil menatap kosong jendela di kamarnya.
     "Ma, tapi, aku udah..."
     "Mama tunggu kamu di Changi, terus kita lanjut ke Prancis. Mama gak mau denger lagi alasan kamu," kata Mama Alvin, lalu beranjak dari tempat duduknya, dan meninggalkan kamar Alvin, yang pemiliknya hanya menatap kosong ibunya yang pergi.
     "Kak, nasi gorengnya tinggal dikit."kata Rista sambil menatap nasi goreng buatannya dengan sayang.
     "Oh, ya udah. Kamu ambil aja, aku sudah kenyang" sahut Alvin dengan acuh tak acuh, sambil ke tempat cuci piring.
     "Eh, Kak. Kalau kita jalan - jalan ke Sumatera, mau gak ?" tanya Rista dari meja makan. 
     "Ngapain ? Bosan ya, di Jakarta terus, liburannya ? Emangnya, kita punya saudara gitu, di Sumatera ?" tanya Alvin dengan skeptis.
     "Temanku dari Prancis mau kesini, terus barengan kita ke Sumatera." jelas Rista sambil menaruh piringnya di tempat cuci piring, lalu mencucinya. Hari ini giliran Rista yang mencuci piring, karena Alvin sudah membereskan rumah, dan mencuci baju. 
     Prancis. Kata itu langsung membuat Alvin terpaku di tempatnya ia berdiri, juga mukanya pucat.
     "Kak. KAKAK !" teriak Rista sambil menggoyangkan bahu kakaknya itu.
     "Aku gak mau ikut !" sahut Alvin dengan kesal.
     "Bener nih ? Nanti nyesel loh," goda Rista sambil tertawa, "Beneran nih ?"
     "WHATEVER, LAH !" bentak  Alvin, sambil berlari menuju ke kamarnya.
     "Lagi geblek kali. ya ?" tanya Rista dalam hati, lalu ia mencuci piring - piring yang lain sambil menyanyikan lagu "The Lazy Song" milik Bruno Mars dalam hati.


*****

     Keesokan harinya di Paris, Prancis,

     "Bonjour. Ya, Yvonne ? Sudah dapat persetujuannya, Kawan ?" tanya Minette dalam telepon.
      "Sudah, ini lagi diproses segala perlengkapannya yang sangat memusingkan itu." sahut Yvonne dengan tertawa.
      "Oh, aku juga kok. Kalau Geneva sih, pasti diberi izin dan sudah selesai. Kalau Elle..." seketika Minette terdiam.
      "Minette, halo, Minette ?" kata Yvonne dengan bingung. 
      "Eh, iya ? Ehm, Yvonne. Sudah dulu ya, nanti kutelepon lagi, Ok ? Au revoir !" tutup Minette, lalu ia berlari menuju teras rumahnya.
      "Elle ? Ngapain kamu disini ? Ayo masuk !" sambut Minette dengan ramah, padahal sebenarnya ia sedikit bingung, dengan kedatangan Elle yang sangat mendadak.
      "Aku..." Elle sepertinya tidak sanggup menyelesaikan kalimatnya.
      "Ada apa ?" tanya Minette dengan lembut, walaupun ia sangat penasaran sekali.
      "Aku... AKU DIIZINKAN PERGI BERSAMA KALIAN KE INDONESIA ! BAHKAN ORANGTUAKU TELAH MEMBERESKAN SEMUA BERKAS - BERKAS YANG MENYEBALKAN ITU ! YES ! JE T'AIME INDONÉSIE* !" pekik Elle dengan girang sambil melompat - lompat di depan rumah Minette,
      "Iya, iya. Semuanya juga diizinkan kok. Tapi, kamu jangan sampai sebegininya juga dong," kata Minette dengan pelan, "jangan berisik, ya ! Ayo masuk, kita hubungin yang lain. Terus, pendampingnya, siapa ya ?" tanya Minette kepada Elle.
      "Aku gak peduli, yang aku mau, kita semua pergi ke Indonesia sebagai, tempat berlibur kita ! Asyik !" pekik Elle dengan senang.
      "Euforia musim panas." dengus Minette sambil mengikuti Elle yang melompat - lompat di lantai kayu rumahnya dengan semangat. 


* artinya : Aku mencintaimu Indonesia  (dalam bhs. Prancis)

No comments:

Post a Comment